TANJABNOW.COM ,MUARASABAK — Penantian panjang terhadap hadirnya fasilitas pendidikan terpadu di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) mulai menemukan titik terang.
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I yang berada di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, kini telah mencapai progres pembangunan 100 persen.
Pantauan di lokasi, Sabtu (12/9/2026), hampir seluruh fasilitas utama sekolah telah rampung. Gedung-gedung pendidikan, fasilitas pendukung hingga sarana penunjang lainnya telah berdiri dan siap menunjang aktivitas pendidikan.
Meski secara progres fisik telah mencapai 100 persen, aktivitas pekerja masih terlihat di sejumlah titik. Pekerjaan yang dilakukan bukan lagi pembangunan utama, melainkan penyempurnaan sejumlah bagian berdasarkan hasil pemeriksaan dan checklist dari pihak Pekerjaan Umum (PU) serta Manajemen Konstruksi (MK).
Site Manager PT Sasmito, Jaka, memastikan progres pekerjaan telah mencapai target tersebut.
“Betul sudah 100 persen, Mas. Di lapangan tinggal perbaikan-perbaikan dari checklist kemarin dengan PU dan MK,” ujar Jaka.
Rampungnya pembangunan ini menjadi catatan penting bagi pengembangan pendidikan di Tanjab Timur. Sebab, SRT I tidak dibangun sebagai sekolah biasa, melainkan dirancang sebagai sekolah terpadu yang mengakomodasi jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.080 siswa, sehingga keberadaannya diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pembangunan SRT I Tanjab Timur merupakan bagian dari program pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Di Provinsi Jambi, terdapat dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Selain di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur, pembangunan juga dilakukan di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Untuk dua proyek tersebut, nilai kontrak keseluruhan mencapai Rp446,49 miliar. Sementara khusus pembangunan SRT I Tanjab Timur, nilai kontraknya berada di kisaran Rp223 miliar.
PT Sasmito mulai mengerjakan proyek tersebut setelah kontrak ditandatangani pada 4 Desember 2025, dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Perjalanan pembangunan SRT I Tanjab Timur bukan tanpa tantangan. Kondisi lahan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi sejak awal karena membutuhkan proses pematangan sebelum konstruksi dapat berjalan maksimal.
Namun, berbagai persoalan tersebut secara bertahap dapat dilalui. Pekerjaan terus dikebut hingga pembangunan fisik akhirnya mencapai 100 persen.
Menariknya, sebelum seluruh pekerjaan dinyatakan tuntas secara administratif, kawasan sekolah ini sudah mulai dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan.
Pada akhir Juli 2026, sebanyak 270 siswa tercatat mengikuti kegiatan awal tahun ajaran 2026/2027 di lingkungan SRT I Tanjab Timur.
Kini, setelah pembangunan fisik mencapai 100 persen, fokus pekerjaan tinggal menyelesaikan sejumlah item minor hasil checklist PU dan Manajemen Konstruksi. ( Red )












