TANJABNOW.COM , MUARA SABAK — Tak hanya menjalani masa pembinaan, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak juga terus didorong untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.
Terbaru, sebanyak 200 karung arang batok kelapa dengan total berat mencapai 7 ton kembali berhasil dikirim untuk kebutuhan pasar ekspor, Jumat (25/9/2026).
Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian di dalam lapas mampu menghasilkan produk yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar luar negeri.
Di balik produksi tersebut, tangan para warga binaan mengolah batok kelapa yang sebelumnya menjadi bahan sisa menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui proses pengolahan dan produksi yang dilakukan secara bertahap, bahan baku tersebut diubah menjadi arang yang kemudian dikemas dan dipersiapkan untuk memenuhi permintaan pasar.

Bagi Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas produksi. Program ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan pengalaman kerja sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, mengatakan keberhasilan ekspor kembali arang tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian terus berjalan dan memberikan hasil nyata.
“Kami terus mendorong warga binaan untuk mengikuti program pembinaan kemandirian dengan serius. Ekspor sebanyak 200 karung dengan total 7 ton ini menjadi salah satu bukti bahwa hasil karya warga binaan mampu memiliki nilai ekonomi dan memenuhi kebutuhan pasar,” ujar M. Askari Utomo.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan berbagai kegiatan produktif yang dapat memberikan keterampilan kepada warga binaan.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan diharapkan tidak berhenti ketika warga binaan selesai menjalani masa pidana. Bekal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha maupun bekerja secara produktif setelah kembali ke masyarakat.
Salah seorang warga binaan berinisial AJ mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam proses produksi hingga mengetahui hasil karya mereka dapat dipasarkan ke luar negeri.
“Kami senang bisa ikut bekerja dalam kegiatan produksi arang ini. Dari kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru. Kami juga merasa bangga karena hasil yang kami kerjakan dapat dipasarkan bahkan sampai ke luar negeri,” ungkap AJ.
Bagi warga binaan, pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri. Mereka tidak hanya belajar mengolah produk, tetapi juga ditempa untuk mengenal proses kerja, menjaga kualitas, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap hasil produksi.
Sementara bagi Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, ekspor 7 ton arang ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pembinaan yang lebih produktif dan berorientasi pada kemandirian.
Dari balik tembok lapas, karya warga binaan kini mampu memiliki nilai ekonomi dan menembus pasar ekspor. Sebuah proses pembinaan yang diharapkan menjadi bekal nyata untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri setelah mereka kembali ke masyarakat.
REPORTER ( WAHYU )













