Hukrim

Perketat Pengawasan, Lapas Muara Sabak Bersama APH Gelar Razia Gabungan

×

Perketat Pengawasan, Lapas Muara Sabak Bersama APH Gelar Razia Gabungan

Sebarkan artikel ini

TANJABNOW.COM MUARASABAK – Pengawasan di balik tembok Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kembali diperketat. Razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) digelar untuk membongkar potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan blok hunian warga binaan bersih dari barang-barang terlarang.

Petugas menyisir kamar dan sejumlah area hunian warga binaan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang, khususnya narkotika dan alat komunikasi ilegal.

Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian.

Beberapa di antaranya berupa alat makan berbahan kaca, besi-besi, hingga pemantik api. Seluruh barang tersebut langsung diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, ada temuan yang menjadi perhatian dalam razia kali ini. Petugas tidak menemukan telepon seluler maupun narkotika di dalam blok hunian.

Kondisi tersebut menjadi catatan positif dalam upaya pencegahan peredaran narkotika dan penyalahgunaan alat komunikasi di dalam Lapas. Meski demikian, temuan sejumlah barang terlarang menunjukkan bahwa pengawasan dan pemeriksaan tetap harus dilakukan secara konsisten.

Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menegaskan bahwa razia gabungan bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin, melainkan bagian dari strategi pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini dan komitmen kami untuk memastikan Lapas Narkotika Muara Sabak tetap dalam kondisi aman dan tertib. Kami bersyukur dalam kegiatan ini tidak ditemukan handphone maupun narkotika. Namun, masih ditemukan beberapa barang yang dilarang sehingga langsung kami amankan untuk ditindaklanjuti sesuai aturan,” ujar Muhammad Askari Utomo.

Ia memastikan pengawasan terhadap warga binaan akan terus diperkuat. Pemeriksaan berkala serta koordinasi dengan APH akan dilakukan sebagai bagian dari upaya menutup celah masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas.

Dukungan terhadap langkah tersebut datang dari Polres Tanjabtim. Kasat Samapta Polres Tanjung Jabung Timur, Roni Melantika, mengatakan kegiatan bersama antara Lapas dan APH penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

“Kami dari Polres Tanjung Jabung Timur mendukung pelaksanaan razia gabungan ini. Kegiatan seperti ini penting sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Sinergi antara Lapas dan APH akan terus kami dukung dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkap Roni.

Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Tanjung Jabung Timur, Sakti Wijaya, menilai pengawasan terhadap lingkungan Lapas harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak ditemukannya narkotika maupun handphone dalam razia menjadi hasil yang positif, namun kewaspadaan tidak boleh menurun.

“Kegiatan razia gabungan ini menjadi salah satu bentuk upaya bersama dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Tidak ditemukannya narkoba maupun handphone merupakan hal yang positif, namun pengawasan tetap harus dilakukan secara konsisten agar potensi penyalahgunaan dapat terus ditekan,” jelas Sakti Wijaya.

Senada, Baintel Penghubung, Sana Chandra Suseno, menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

“Sinergitas antarinstansi perlu terus diperkuat melalui kegiatan bersama seperti ini. Razia tidak hanya menjadi langkah pemeriksaan, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan Lapas,” tuturnya.

Razia gabungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak tetap aman dan tertib.

Narkotika dan handphone nihil, tetapi temuan alat makan kaca, besi, dan pemantik api menjadi pengingat bahwa pengawasan tidak boleh lengah. Pemeriksaan dan sinergi antara Lapas dengan APH pun menjadi benteng penting untuk mencegah masuknya barang terlarang serta menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif.

Reporter ( Wahyu )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *