TANJABNOW.COM ,TANJABTIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi. Sebanyak 36 personel gabungan kini berjibaku melakukan pemadaman di dua titik kebakaran di Kecamatan Sadu, tepatnya di kawasan Dusun Sungai Kapas, Labuhan Pering, dan Desa Sungai Cemara.
Tim gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran api yang membakar lahan. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan mengerahkan personel dan peralatan pendukung, di tengah tantangan medan serta akses menuju lokasi kebakaran yang cukup jauh dan sulit dijangkau.
Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Amri Juhardi. Operasi ini turut melibatkan berbagai unsur tim gabungan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang bersama-sama berupaya mengendalikan api.
Kendala akses menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman. Jarak lokasi yang jauh membuat mobilisasi personel dan peralatan menuju titik api membutuhkan upaya ekstra.

Kondisi ini menuntut tim di lapangan untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar peralatan pemadaman dapat mencapai lokasi dan digunakan secara efektif.
Kalaksa BPBD Tanjabtim, Amri Juhardi, menjelaskan bahwa saat ini seluruh personel yang terlibat masih berupaya melakukan pemadaman dengan dukungan peralatan yang memadai.
Menurutnya, pengerahan peralatan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran, terutama di lokasi yang memiliki kendala akses.
Tim gabungan terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya. Sinergi antara petugas, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Amri Juhardi masih bersiaga dan melanjutkan upaya pemadaman di dua lokasi kebakaran di Kecamatan Sadu.
Penanganan dilakukan dengan mengoptimalkan personel serta peralatan yang tersedia, sembari menghadapi tantangan medan dan akses menuju titik api.
Kebakaran yang masih berlangsung menjadi perhatian serius karena karhutla tidak hanya mengancam kawasan lahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kabut asap apabila tidak segera dikendalikan.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berupaya agar kobaran api dapat segera dipadamkan dan risiko meluasnya kebakaran bisa ditekan.
Dengan keterlibatan 36 personel gabungan serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat, upaya pemadaman diharapkan berjalan optimal hingga kondisi di kedua lokasi tersebut dapat dikendalikan.
Reporter ( Wahyu )












