Daerah

Gerak Cepat Camat Muara Sabak Barat, Banjir Simpang Garuda Mulai Ditangani Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

×

Gerak Cepat Camat Muara Sabak Barat, Banjir Simpang Garuda Mulai Ditangani Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

 

TANJABNOW.COM, MUARA SABAK BARAT — Keluhan warga terkait banjir yang kerap melanda kawasan Simpang Garuda, Kecamatan Muara Sabak Barat, akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah kecamatan. Melalui langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor, normalisasi aliran parit mulai dilakukan guna mengurangi genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.

 

Penanganan ini melibatkan dukungan alat berat dari perusahaan setempat, PT Gemilang, yang turut berkontribusi dalam mempercepat proses pengerjaan. Normalisasi dilakukan dengan membersihkan dan memperdalam saluran air yang selama ini mengalami pendangkalan dan penyumbatan.

Camat Muara Sabak Barat, Vidi, turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses berjalan optimal. Ia didampingi pengawas dari PT gemilang  dalam meninjau sekaligus mengoordinasikan penanganan di lapangan.

Menurut Vidi, langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil mitigasi yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus bentuk respons nyata atas aspirasi masyarakat.

 

“Kami tidak ingin menunggu lebih lama. Begitu menerima laporan warga, kami langsung turun melakukan pengecekan dan mencari solusi bersama. Penanganan banjir ini harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk lambat bertindak. Pemerintah kecamatan memilih strategi dengan memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk menggandeng pihak swasta yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Kami sadar ada keterbatasan, tapi itu bukan hambatan. Justru dengan koordinasi yang kuat dan komunikasi yang terbuka, kita bisa menghadirkan solusi nyata. Alhamdulillah, pihak perusahaan merespons dengan baik dan ikut membantu,” tambahnya.

Selama ini, kawasan Simpang Garuda dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi saluran air yang tidak optimal menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan.

Dengan adanya normalisasi ini, diharapkan kapasitas aliran air meningkat sehingga mampu meminimalisir risiko banjir ke depannya. Pemerintah kecamatan juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan berkelanjutan.

 

Langkah kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha ini pun diharapkan menjadi contoh penanganan persoalan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan di wilayah Muara Sabak Barat. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *