Daerah

Hujan Guyur Tanjabtimur, Usman: Keberkahan Setelah Berbulan-bulan Dilanda Kemarau dan Karhutla

×

Hujan Guyur Tanjabtimur, Usman: Keberkahan Setelah Berbulan-bulan Dilanda Kemarau dan Karhutla

Sebarkan artikel ini

 

TANJABNOW.COM TANJABTIMUR – Setelah berbulan-bulan dilanda kemarau panjang dan kekeringan, hujan akhirnya mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Selasa (22/9/2026).

Turunnya hujan menjadi kabar yang melegakan bagi masyarakat. Selain membawa kesejukan setelah panas dan kering berkepanjangan, hujan juga diharapkan mampu menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi di sejumlah wilayah Tanjabtim.

Guyuran hujan membasahi lahan-lahan yang sebelumnya mengering akibat kemarau. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelembapan tanah, mengurangi potensi munculnya titik api, sekaligus membantu proses pendinginan pada wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Di tengah kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur dari Fraksi Gerindra, Usman, S.IP, menyambut baik turunnya hujan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Menurut Usman, hujan kali ini merupakan keberkahan bagi masyarakat Tanjabtim setelah cukup lama menghadapi kemarau panjang yang berdampak terhadap kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko kebakaran.

“Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Tanjabtimur diguyur hujan. Ini tentu menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat. Kita sudah berbulan-bulan menghadapi kemarau panjang, kekeringan dan kebakaran yang terjadi di mana-mana,” ujar Usman.

Ia berharap hujan yang turun tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi dapat berlanjut sehingga kondisi lahan yang sebelumnya kering dapat kembali basah. Dengan demikian, potensi terjadinya karhutla diharapkan semakin menurun.

Usman juga berharap hujan dapat membantu memadamkan sisa-sisa bara maupun titik api yang masih berpotensi muncul di kawasan rawan kebakaran.

“Kita berharap hujan ini bisa terus turun, sehingga lahan yang kering kembali basah dan titik-titik api yang masih ada dapat benar-benar padam. Mudah-mudahan kondisi Tanjabtim kembali aman dari ancaman karhutla,” katanya.

Masyarakat Diminta Tidak Bakar Lahan

Meski hujan mulai turun, Usman mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap persoalan karhutla telah selesai. Menurutnya, pencegahan tetap harus dilakukan secara bersama-sama.

Ia secara khusus meminta masyarakat tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Sebab, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan mudah merembet ketika kondisi kembali panas dan kering.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai karena kelalaian, api kembali meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Usman menilai, penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Terlebih, wilayah Tanjabtim memiliki kawasan lahan gambut yang pada kondisi kering sangat rentan terbakar dan membutuhkan penanganan serius.

Turunnya hujan pada Selasa 22 September 2026 pun menjadi momentum yang dinanti setelah masyarakat menghadapi kemarau panjang. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar kebakaran tidak kembali terjadi ketika kondisi cuaca kembali panas dan kering.

Reporter ( Wahyu )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *