TANJABNOW.COM ,TANJABTIMUR — Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan upacara tahun ini. Kepala Desa Mendahara Tengah, Nurhidayah, tampil langsung sebagai pembina upacara. Kehadirannya menjadi simbol bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam memimpin, mengabdi dan ikut menggerakkan pembangunan di tengah masyarakat.
Upacara berlangsung khidmat namun penuh semangat. Seluruh unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Mendahara Tengah turut ambil bagian dalam peringatan tersebut.
Bagi Nurhidayah, kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai melalui pelaksanaan upacara dan pengibaran bendera Merah Putih. Lebih jauh, kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata melalui pengabdian dan kerja bersama untuk kemajuan desa.
Semangat itulah yang ingin terus ditanamkan Nurhidayah dalam menjalankan amanah sebagai kepala desa.
Menurutnya, perjuangan di era kemerdekaan saat ini memiliki bentuk yang berbeda. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, pelayanan kepada masyarakat serta menjaga persatuan.
“Kemerdekaan bukan hanya sebuah simbol. Kemerdekaan harus kita isi dengan pengabdian, kebersamaan dan kerja nyata untuk masyarakat,” demikian semangat yang disampaikan dalam momentum tersebut.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam upacara HUT ke-81 RI di Mendahara Tengah adalah penampilan pasukan pengibar bendera.
Paskibraka yang ditugaskan mengibarkan Sang Saka Merah Putih tampil penuh disiplin dan kompak. Setiap tahapan prosesi berjalan lancar hingga bendera Merah Putih berhasil dikibarkan dengan sempurna.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi karena menunjukkan hasil kerja keras, latihan dan kekompakan seluruh anggota Paskibraka.
Keberhasilan pengibaran bendera juga tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan pelaksanaan upacara.
Bagi masyarakat Mendahara Tengah, keberadaan Paskibraka bukan hanya menjadi bagian dari seremoni. Mereka menjadi representasi generasi muda yang diharapkan mampu meneruskan semangat perjuangan dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Nurhidayah menegaskan, suksesnya pelaksanaan upacara tidak mungkin tercapai tanpa dukungan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.
Mulai dari pemerintah desa, unsur keamanan, sekolah, pelajar, tokoh masyarakat hingga masyarakat umum, seluruhnya memiliki peran dalam menyukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Semangat kebersamaan inilah yang dinilai menjadi modal penting dalam membangun Desa Mendahara Tengah ke depan.
Sementara itu, jalannya upacara dipimpin oleh BKTM Bripka Ade Candra selaku komandan upacara. Dengan sikap tegas dan penuh disiplin, seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Mendahara Tengah akhirnya bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan.
Momentum tersebut menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan masih terus berlangsung.
Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan tenaga dan pengorbanan untuk merebut kemerdekaan, maka saat ini perjuangan diwujudkan melalui pembangunan, pendidikan, pelayanan publik, menjaga keamanan, memperkuat persatuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red )












