Daerah

Lapas Narkotika Muara Sabak Produksi Arang, Bidik Pasar Ekspor China dan Arab Saudi

×

Lapas Narkotika Muara Sabak Produksi Arang, Bidik Pasar Ekspor China dan Arab Saudi

Sebarkan artikel ini

 

TANJABNOW.COM MUARA SABAK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak terus mendorong program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu program unggulan yang kini dikembangkan adalah produksi arang, yang bahkan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Program ini melibatkan langsung warga binaan dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan baku, proses pembakaran, hingga pengolahan arang agar menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan memenuhi standar pasar.

Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, mengatakan program produksi arang merupakan bagian dari upaya pihak Lapas memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan.

Menurutnya, pembinaan kemandirian tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan di dalam Lapas, tetapi harus mampu menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke masyarakat.

“Kita ingin warga binaan ini tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. Salah satunya melalui produksi arang ini,” ujar M. Askari Utomo.

Ia menjelaskan, produksi arang tersebut terus didorong agar memiliki kualitas dan nilai jual yang baik. Bahkan, pihaknya membuka peluang pemasaran hingga ke pasar internasional, khususnya China dan Arab Saudi.

“Target kita bukan hanya produksi, tetapi bagaimana hasil karya warga binaan ini memiliki nilai ekonomi dan bisa masuk ke pasar yang lebih luas. Saat ini kita mempersiapkan peluang untuk pasar ekspor, termasuk China dan Arab Saudi,” jelasnya.

M. Askari Utomo menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam proses produksi menjadi bagian penting dari pembinaan. Mereka tidak hanya diberikan pekerjaan, tetapi juga diajarkan proses dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri.

“Harapannya setelah bebas nanti mereka memiliki kemampuan, pengalaman, dan semangat untuk bekerja. Jadi mereka bisa kembali ke masyarakat dengan membawa keterampilan, bukan kembali melakukan kesalahan yang sama,” tambahnya.

Program produksi arang ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membangun kemandirian, produktivitas, dan kemampuan ekonomi warga binaan.

Dengan adanya peluang pasar hingga ke luar negeri, Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak optimistis kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu program pembinaan kemandirian unggulan.

Ke depan, peningkatan kualitas produksi, penguatan keterampilan warga binaan, serta perluasan akses pemasaran menjadi bagian penting agar produk arang tersebut mampu memiliki daya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Reporter ( Wahyu )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *