TANJABNOW.COM , MENDAHARA – Wajah sumringah tampak menghiasi masyarakat Dusun Hikmah, Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara. Harapan warga akhirnya terwujud setelah pembangunan kembali jembatan di Parit 10 mulai dikerjakan dengan konstruksi yang lebih baik dan lebih representatif.
Jembatan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik lantaran isu perobohan yang dikaitkan dengan kepentingan kepala desa maupun perusahaan, kini justru dibangun dengan spesifikasi yang lebih baik. Jembatan yang awalnya dibangun pada tahun 2019 melalui Dana Desa tersebut kini diperlebar menjadi tiga meter sehingga diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pembangunan tersebut bukan merupakan keputusan sepihak. Seluruh proses telah melalui Musyawarah Desa khusus (Musdesus) yang digelar pada 19 Desember 2025 dan dihadiri pemerintah desa, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga Parit 10 Dusun Hikmah.
Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa pihak PT CNG bersedia membangun kembali jembatan dengan kualitas yang lebih baik sebagai bentuk dukungan terhadap kepentingan masyarakat. Selain pembangunan jembatan, perusahaan juga menyepakati pembersihan aliran sungai sepanjang sekitar 1,6 kilometer guna memperlancar arus air dan mengurangi potensi pendangkalan.
Kesepakatan tersebut kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain akses transportasi yang nantinya menjadi lebih baik, normalisasi sungai juga diharapkan dapat mendukung aktivitas warga, terutama dalam mobilitas, pertanian, maupun aktivitas ekonomi sehari-hari.
Salah seorang warga Parit 10, Letang, mengaku bersyukur atas pembangunan tersebut. Menurutnya, jembatan baru akan mempermudah masyarakat dalam beraktivitas serta meningkatkan kelancaran akses keluar masuk wilayah Dusun Hikmah.
“Kami sangat mendukung pembangunan ini. Ke depan akses masyarakat akan lebih mudah, lebih aman, dan tentunya sangat membantu aktivitas warga setiap hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mendahara Tengah, Nur Hidayah, menegaskan bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia mengatakan keputusan pembangunan jembatan diambil berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat, bukan keputusan pribadi pemerintah desa.
“Semua sudah melalui Musyawarah Dusun yang melibatkan masyarakat, tokoh masyarakat, Forkopimcam, dan seluruh pihak terkait. Kalau tidak ada kesepakatan bersama, saya tentu tidak berani mengambil keputusan sendiri terkait pembangunan jembatan oleh PT CNG,” jelasnya.
Nur Hidayah juga menyampaikan bahwa keberadaan investasi PT CNG di wilayah Desa Mendahara Tengah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.
Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dalam jangka panjang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan yang memberikan manfaat bersama.
Dengan dibangunnya kembali Jembatan Parit 10 yang lebih kokoh dan lebih lebar, masyarakat Dusun Hikmah kini menaruh harapan baru terhadap meningkatnya aksesibilitas serta tumbuhnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Reporter ( Wahyu )












