TANJABNOW.COM MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur memastikan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat akan tetap dimulai pada tahun ajaran baru meski proses pembangunan sekolah permanen masih berlangsung. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 82 persen dan terus dikebut agar seluruh fasilitas utama dapat segera difungsikan.
Kepastian tersebut disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Tanjabtim, Suhas Purrojani, saat meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Selasa (23/6). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai target menjelang dimulainya aktivitas belajar para siswa.
Menurut Suhas, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas tim transisi yang mengawal perubahan Sekolah Rakyat dari tahap rintisan menuju sekolah permanen. Pemkab ingin memastikan peserta didik yang berasal dari Tanjabtim maupun daerah sekitar dapat mengikuti proses pendidikan dengan aman dan nyaman sejak hari pertama masuk sekolah.
“Kami melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari kesiapan bangunan hingga akses menuju lokasi sekolah. Dari hasil evaluasi bersama pihak pelaksana, progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 82 persen dan kami optimistis kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal,” ujarnya.
Dalam peninjauan itu, Pemkab juga menaruh perhatian terhadap aspek keselamatan siswa. Mengingat masih terdapat pekerjaan konstruksi yang berjalan, pihak ketiga akan membangun pagar pengaman untuk memisahkan area proyek dengan lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu proses belajar maupun kehidupan siswa di asrama. Selain itu, sejumlah fasilitas utama ditargetkan sudah dapat digunakan sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Di sektor sumber daya manusia, Pemkab Tanjabtim juga bergerak cepat dengan menyiapkan tenaga pendidik sementara. Upaya ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak mengalami kendala sembari menunggu proses rekrutmen guru yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Kementerian Sosial.
Sementara itu, Deputi Manager PT Sasmito, Yusuf, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Sekolah Rakyat mendapatkan tambahan waktu pengerjaan selama 35 hari setelah masa kontrak sebelumnya berakhir pada 20 Juni 2026.
Tambahan waktu tersebut difokuskan untuk menuntaskan sejumlah fasilitas penting yang akan menunjang operasional sekolah, di antaranya dapur, rumah susun guru, asrama putra, serta asrama putri.
Tak hanya itu, berbagai sarana penunjang pembelajaran juga terus dipersiapkan. Meja dan kursi siswa saat ini masih dalam proses perakitan agar seluruh kebutuhan belajar dapat tersedia saat sekolah mulai beroperasi.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi perluasan akses pendidikan bagi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kejar target pembangunan dan kesiapan operasional kini menjadi fokus utama agar sekolah dapat berfungsi optimal sejak hari pertama tahun ajaran baru dimulai. (Red )












